Aku kalah, untuk tidak peduli tentangmu
Aku kalah, untuk bisa melupakanmu
Dan aku kalah, karna selama ini aku bungkam
Sekadar tanya kabar pun aku tak mampu
Tidak, aku tak mau memulainya dulu
Aku sudah tidak percaya pada diriku sendiri
Entah sejak kapan jiwaku membeku
Kata-kata seolah mati
Aku sadar, mencintaimu hanya akan menyakiti hatiku
Mungkin masing-masing dari kita akan asing
Tidak, jika saja aku tak mencintaimu, mungkin kita tak akan pernah merasa asing
Tapi maaf, rasaku ini yang memilih untuk kita jadi asing
Kamu egois (!)
kamu bilang aku egois (?) aku tak pernah memintamu untuk membalas rasaku, itu hakmu untuk mencintaiku atau tidak, aku tak pernah memaksa. Jikapun kamu berfikir ketika kamu tak mencintaiku hanya akan menyakiti hatiku, itu adalah resiko ketika aku mencintai seseorang yang tak mencintaiku. Cinta memang rumit, membuat orang serba salah, tapi cinta yang saling terbalas mungkin akan meminimalisir terjadinya rasa bersalah kan?
Ketika aku tau bahwa kau tak mencintaiku, itu adalah cara sang pemilik cinta untuk menunjukkan cintaNya. Aku akan tau bahwa kau bukanlah seseorang yang membawa cintaNya kepadaku, pasti suatu saat nanti akan ada orang yang tepat yang membawa cintaNya kepadaku, dan itu bukanlah kamu.
Minggu, 08 September 2019
Rabu, 04 September 2019
Sewaktu pulang dari semarang
Hari itu adalah hari dimana aku pindahan dari semarang untuk kembali ke kampung halaman, aku pulang naik kereta, saat kereta berhenti di pemalang aku kemudian turun dan paklikku ternyata sudah menunggu di stasiun pemalang. Tak seperti biasanya yg harus naik transportasi lagi, biasanya naik angkot dan bis dahulu nanti baru dijemput dipom bensin, hari itu aku memintanya untuk jemput di stasiun, aku merasa capek saja, membawa barang yg cukup banyak dan berat. Akses kerumahku dari stasiun juga lumayan jauh jadi mungkin bisa dibayangkan ya kalo aku harus naik transportasi lagi dg bawaan banyak. Paklikku waktu itu menjemput pakai motor, alih-alih lewat jalanan kota ternyata hari itu lewat jalan pintas dan tembus di alun-alun pemalang lalu lewat depan Smaku, Sma n 3 pemalang, yg terletak disebelah timur alun-alun pemalang, ketika melewati depan Sma aku melihat sosok guru yang sangat saya kagumi, guru yang selalu memotivasi, selalu memberikan semangat, serta selalu mengajari murid-muridnya untuk berpikir positif. Bukan hanya tentang masalah dunia kedepannya, tapi juga selalu mengajari akhlak dan budi pekerti, beliau juga selalu menceritakan pengalaman-pengalamannya yang sangat mengispirasi. Lantas aku kembali berfikir, apa yang sudah aku berikan untuk mereka? Aku datang menerima banyak ilmu dan perilaku baik mereka selama beberapa tahun, mereka pula yang telah mendidik dan menempa perilaku, lantas aku seolah-oleh menjadi seorang pelupa. Ya Allah, tidak tahu malu sekali diriku. Aku tak terlalu sering mendoakan mereka bahkan mungkin tak pernah, aku terlalu egois dalam berdoa, aku hanya mendoakan diriku, aku hanya mendoakan keselamatanku, aku bahkan lupa untuk mendoakan guru-guruku.
Allah, aku memohon ampunanMu atas segala dosa guru-guruku, aku memohon ampunanMu juga atas segala dosa-dosa kedua orang tuaku
Semoga Allah selalu merahmati dan melindungi guru dan orang tua kita semua
Allah, aku memohon ampunanMu atas segala dosa guru-guruku, aku memohon ampunanMu juga atas segala dosa-dosa kedua orang tuaku
Semoga Allah selalu merahmati dan melindungi guru dan orang tua kita semua
Jumat, 07 September 2018
Sebuah pengakuan kesalahan
Teruntuk mas tadi yang duduk disebelah saya pas didalam kereta perjalanan pulang
Saya akan sangat bersalah jika mengetahui masnya tadi orang pemalang dan tentunya saya akan sangat bersukur jika masnya itu bukan orang pemalang.
Sebelumnya, saya sudah mewanti-wanti untuk bertanya terlebih dahulu masnya itu orang mana, bukan ingin ku ketahui dia tinggal dimana, namun untuk ku ketahui dia akan turun dimana, sehingga jika masnya turun di stasiun sebelum saya turun, di pekalongan misalnya, saya akan secara otomatis berdiri dan mempersilakan masnya itu lewat terlebih dahulu, berhubung masnya tadi duduk di tepi jendela. Jadi mau tidak mau saya harus berdiri dan menepi terlebih dahulu agar yang duduk di tepi jendela bisa masuk atau keluar dari tempat duduk. Namun gengsi ku lebih dominan sehingga saya tidak jadi bertanya. Saya pun kemudian menyempatkan untuk tidur berhubung saya naik kereta jam pagi, jadi pasti mataku masih mengantuk, biarlah jika ada yang bilang tidak boleh tidur selepas subuh. Namun mataku tiapkali naik kereta jam berapapun pasti mengantuk entah kenapa.
Saya tertidur mulai dari kereta jalan. Ya, secepat itu saya tidur, namun ketika sudah sampai di stasiun pekalongan saya terbangun dan melihat sebentar ke samping, si masnya ternyata tak tidur sepertinya. Awalnya saya berfikir masnya mungkin turun di staisun pekalongan sehingga tak tidur, namun dugaan saya salah, tak ada pergerakan sama sekali, mungkin di pemalang sama dengan saya turun, pikirku kemudian. Dan saya ketika sudah sampai di stasiun pekalongan saya tak lagi menyempatkan tidur, kenapa? Karena saya tiap kali pulang dengan kereta selalu berfikir jika saya melanjutkan tidur saya dan kemudian ketika di stasiun pemalang ternyata saya tertidur lantas terlewatkan, akan repot jadinya :(
Lanjut cerita, saya kemudian terjaga dari stasiun pekalongan dan masnya tadi lambat laun mulai mengantuk sepertinya dan mulailah tertidur.. ketika hampir mendekati stasiun pemalang dan sudah terdengar suara "sebentar lagi kereta api KALIGUNG, akan tiba di stasiun PEMALANG...." saya mulai bersiap, namun apa yang terjadi, masnya tadi ternyata belum juga bangun. Saya lantas bingung dengan sangat, ingin rasanya saya menggoncang tubuhnya 🙄 kenapa terlelap sekali, padahal suara petugas yang menyampaikan pemberhentian kereta sudah kencang, dan saya kemudian memanggilnya "mas, mas, mas" ahh gagal, suaraku terlalu lemah mungkin sehingga lenyap tertelan angin atau karna masnya tidur terlalu lelap? Arrhh gimana ini, saya tak berani tentunya menggoncang bagian lengannya.
Lantas dengan membawa rasa bersalah saya beranjak keluar meninggalkan masnya tadi yang tertidur.
Saya tentunya terus berpikir tentang kesalahan saya barusan, sampai sekarang ku tuliskan ini. Kenapa dari awal tidak saya tanyakan saja jika kejadiannya akan demikian. Jika masnya tadi orang pemalang 🙄 dan tadi tertidur sudah saya panggil tak bangun juga, kemudian kereta jalan menuju tegal.. heuheuu... kasian rek 😥 saya berharap bahwa masnya tadi bukan orang pemalang saja, semoga saja orang tegal atau brebes 😫
Heuheu, Sungguh maafkan saya 🙏
Saya akan sangat bersalah jika mengetahui masnya tadi orang pemalang dan tentunya saya akan sangat bersukur jika masnya itu bukan orang pemalang.
Sebelumnya, saya sudah mewanti-wanti untuk bertanya terlebih dahulu masnya itu orang mana, bukan ingin ku ketahui dia tinggal dimana, namun untuk ku ketahui dia akan turun dimana, sehingga jika masnya turun di stasiun sebelum saya turun, di pekalongan misalnya, saya akan secara otomatis berdiri dan mempersilakan masnya itu lewat terlebih dahulu, berhubung masnya tadi duduk di tepi jendela. Jadi mau tidak mau saya harus berdiri dan menepi terlebih dahulu agar yang duduk di tepi jendela bisa masuk atau keluar dari tempat duduk. Namun gengsi ku lebih dominan sehingga saya tidak jadi bertanya. Saya pun kemudian menyempatkan untuk tidur berhubung saya naik kereta jam pagi, jadi pasti mataku masih mengantuk, biarlah jika ada yang bilang tidak boleh tidur selepas subuh. Namun mataku tiapkali naik kereta jam berapapun pasti mengantuk entah kenapa.
Saya tertidur mulai dari kereta jalan. Ya, secepat itu saya tidur, namun ketika sudah sampai di stasiun pekalongan saya terbangun dan melihat sebentar ke samping, si masnya ternyata tak tidur sepertinya. Awalnya saya berfikir masnya mungkin turun di staisun pekalongan sehingga tak tidur, namun dugaan saya salah, tak ada pergerakan sama sekali, mungkin di pemalang sama dengan saya turun, pikirku kemudian. Dan saya ketika sudah sampai di stasiun pekalongan saya tak lagi menyempatkan tidur, kenapa? Karena saya tiap kali pulang dengan kereta selalu berfikir jika saya melanjutkan tidur saya dan kemudian ketika di stasiun pemalang ternyata saya tertidur lantas terlewatkan, akan repot jadinya :(
Lanjut cerita, saya kemudian terjaga dari stasiun pekalongan dan masnya tadi lambat laun mulai mengantuk sepertinya dan mulailah tertidur.. ketika hampir mendekati stasiun pemalang dan sudah terdengar suara "sebentar lagi kereta api KALIGUNG, akan tiba di stasiun PEMALANG...." saya mulai bersiap, namun apa yang terjadi, masnya tadi ternyata belum juga bangun. Saya lantas bingung dengan sangat, ingin rasanya saya menggoncang tubuhnya 🙄 kenapa terlelap sekali, padahal suara petugas yang menyampaikan pemberhentian kereta sudah kencang, dan saya kemudian memanggilnya "mas, mas, mas" ahh gagal, suaraku terlalu lemah mungkin sehingga lenyap tertelan angin atau karna masnya tidur terlalu lelap? Arrhh gimana ini, saya tak berani tentunya menggoncang bagian lengannya.
Lantas dengan membawa rasa bersalah saya beranjak keluar meninggalkan masnya tadi yang tertidur.
Saya tentunya terus berpikir tentang kesalahan saya barusan, sampai sekarang ku tuliskan ini. Kenapa dari awal tidak saya tanyakan saja jika kejadiannya akan demikian. Jika masnya tadi orang pemalang 🙄 dan tadi tertidur sudah saya panggil tak bangun juga, kemudian kereta jalan menuju tegal.. heuheuu... kasian rek 😥 saya berharap bahwa masnya tadi bukan orang pemalang saja, semoga saja orang tegal atau brebes 😫
Heuheu, Sungguh maafkan saya 🙏
Jumat, 24 Agustus 2018
Hal yang tak terduga
Masa-masa dimana aku mulai berjualan buku adalah berkesenangan, ya siapa yang tidak senang jika nanti setidaknya ada sedikit masukan agar keuangan tidak selalu berkurang. Namun disaat aku berada di puncak kesenangan tersebut datang suatu masalah yang sebelumnya aku tak menduga sama sekali. Tiba-tiba leptop yang suatu malam masih dapat dinyalakan dengan baik, paginya ia mendadak mati tanpa kabar sebelumnya. Tentu hal itu membuatku panik dan sempat aku pusing dibuatnya. Aku sempat mengumpat sendiri dalam hati, kenapa ini bisa terjadi, baru saja aku membuka lapak bukuku dan aku tentu belum mendapatkan apa-apa darinya dan kenapa leptop sudah rusak begitu saja, atau ini karena masalah aku yang berjualan buku, kalau seperti ini lebih baik aku tak berjualan saja
Ahh.. kenapa aku bisa mengumpat seperti itu, dan setelah menyadari aku sungguh menyesal telah mengumpat demikian. Aku kemudian mulai memutar cara berpikirku, siapa yang tahu jalan cerita kehidupan manusia selain Dia yang mengetahui segala kehidupan. Coba saja ketika aku tak berjualan sebelum leptop rusak, dan tiba-tiba leptop rusak dan aku pun mungkin akan memperbaikinya dengan embel-embel uang dari orang tua lah yang menanggung semua. Namun dengan aku yang sudah berjualan alurnya pun mungkin akan sama, leptop akan tetap mati seperti sekarang ini dan aku harus membayar biaya servicenya dengan uang orang tua, namun ada sedikit hal lain mungkin dimana biaya service yang dikeluarkan mungkin nantinya akan tergantikan walau tidak secara langsung. Dan aku pun berpikir setidaknya aku dapat menutupi biaya itu dari hasil aku berjualan buku daripada aku yang tidak dapat berbuat apa-apa ketika aku tak berjualan. Bukankah demikian?
Ahh. Aku sunggu menyesal telah mengumpat yang tidak-tidak sebelumnya
Teruntuk diriku dan mungkin bagi kalian juga. Ambil hikmah dari setiap kejadian yang buruk sekalipun. Bahwasanya setiap hal yang dianggap buruk oleh mata pasti ada suatu percikan hikmah disekitarnya. Hanya saja kita harus menemukan kesadaran diri didalamnya agar dapat melihat hikmah yang mungkin masih tersembunyi
Dan kau yang disana semoga kau baik-baik saja, semoga kau lekas pulih pula, bawalah kabar gembira untukku, aku telah menunggumu
Aku rindu sangat :(
Ahh.. kenapa aku bisa mengumpat seperti itu, dan setelah menyadari aku sungguh menyesal telah mengumpat demikian. Aku kemudian mulai memutar cara berpikirku, siapa yang tahu jalan cerita kehidupan manusia selain Dia yang mengetahui segala kehidupan. Coba saja ketika aku tak berjualan sebelum leptop rusak, dan tiba-tiba leptop rusak dan aku pun mungkin akan memperbaikinya dengan embel-embel uang dari orang tua lah yang menanggung semua. Namun dengan aku yang sudah berjualan alurnya pun mungkin akan sama, leptop akan tetap mati seperti sekarang ini dan aku harus membayar biaya servicenya dengan uang orang tua, namun ada sedikit hal lain mungkin dimana biaya service yang dikeluarkan mungkin nantinya akan tergantikan walau tidak secara langsung. Dan aku pun berpikir setidaknya aku dapat menutupi biaya itu dari hasil aku berjualan buku daripada aku yang tidak dapat berbuat apa-apa ketika aku tak berjualan. Bukankah demikian?
Ahh. Aku sunggu menyesal telah mengumpat yang tidak-tidak sebelumnya
Teruntuk diriku dan mungkin bagi kalian juga. Ambil hikmah dari setiap kejadian yang buruk sekalipun. Bahwasanya setiap hal yang dianggap buruk oleh mata pasti ada suatu percikan hikmah disekitarnya. Hanya saja kita harus menemukan kesadaran diri didalamnya agar dapat melihat hikmah yang mungkin masih tersembunyi
Dan kau yang disana semoga kau baik-baik saja, semoga kau lekas pulih pula, bawalah kabar gembira untukku, aku telah menunggumu
Aku rindu sangat :(
Rabu, 22 Agustus 2018
Kenapa Buku?
Aku berhasrat suatu saat jika aku tidak sempat memberi nilai-nilai kebaikan serta kehidupan pada keluarga atau anak cucu kelak, setidaknya penulis dari buku-lah yang akan memberikannya. Namun mungkin tak semua buku mengandung nilai kehidupan, akan tetapi pasti setiap penulis mempunyai caranya sendiri dalam menyelesaikan masalah kehidupan. Tinggal pembacanya saja yang pandai memilih dan memilah buku yang kelak akan diwariskan. Selanjutnya untuk sampai pada tahap keluarga agar dapat menemukan nilai kehidupan dalam buku tentunya ia harus mau membaca. Mereka mau tak mau harus dijejali dengan buku.
Bagaimana caranya agar ia mau untuk membaca buku?
Aku baru sempat memulainya dengan membaca sedikit buku dari banyaknya penulis yang kerap menghasilkan bermacam buku. Bodohnya aku baru sadar waktu sekarang ini, terkadang aku sempat menyesali akan waktu luang yang telah terlewatkan begitu saja. Namun sekarang aku tak perlu menyesalinya lagi, tidak perlu ada gelisah dalam hati, aku cukup berpandang kedepan dengan tidak melupakan segala kesalahan yang telah kuperbuat agar tak terulang kembali. Aku kelak harus menyakinkan kepada mereka bahwa dengan membaca buku tidak ada kerugian sama sekali. Justru didalam buku tak sedikit yang mengandung makna, hikmah, dan pelajaran yang dapat dipetik untuk kehidupan sehari-hari. Mungkin dengan demikian kelak mereka akan tertarik dengan apa yang telah kubaca dan mungkin selanjutnya mereka terikat dengan buku. Harapanku begitu
Itu hanya anggapanku, barangkali ada yang berpendapat beda tak apa.
Oh iya aku pernah berimajinasi bahwa kelak aku akan membuat perpus pribadi. Doakan semoga terwujud. Aamiin 🙏
Atau kau mau bantu mewujudkannya? 😅
Bagaimana caranya agar ia mau untuk membaca buku?
Aku baru sempat memulainya dengan membaca sedikit buku dari banyaknya penulis yang kerap menghasilkan bermacam buku. Bodohnya aku baru sadar waktu sekarang ini, terkadang aku sempat menyesali akan waktu luang yang telah terlewatkan begitu saja. Namun sekarang aku tak perlu menyesalinya lagi, tidak perlu ada gelisah dalam hati, aku cukup berpandang kedepan dengan tidak melupakan segala kesalahan yang telah kuperbuat agar tak terulang kembali. Aku kelak harus menyakinkan kepada mereka bahwa dengan membaca buku tidak ada kerugian sama sekali. Justru didalam buku tak sedikit yang mengandung makna, hikmah, dan pelajaran yang dapat dipetik untuk kehidupan sehari-hari. Mungkin dengan demikian kelak mereka akan tertarik dengan apa yang telah kubaca dan mungkin selanjutnya mereka terikat dengan buku. Harapanku begitu
Itu hanya anggapanku, barangkali ada yang berpendapat beda tak apa.
Oh iya aku pernah berimajinasi bahwa kelak aku akan membuat perpus pribadi. Doakan semoga terwujud. Aamiin 🙏
Atau kau mau bantu mewujudkannya? 😅
Minggu, 01 April 2018
Review "Film kisah wali Allah Rabiah Al - Adawiyah"
Seperti yang sudah aku janjikan
kala itu kepadamu kawan, (mungkin hanya beberapa yang mengetahuinya)
Malam sudah hampir larut dan sunyi kian menyeru, aku
masih saja tidak berfikir untuk memenggal sebuah film yang sedang ku tonton. Biarlah
mata ini sudah kantuk, tapi tidak dengan jiwaku yang sedang menghayati cinta didalam
kisahnya, film ini memang sudah membuatku hanyut sampai larut malam untuk mengikuti
alurnya. Tersadar aku pada menit terakhir ternyata aku belum mampu menempatkan kesempurnaan
menonton film ini layaknya menonton film di bioskop yang harus menempatkan ketepatan
waktunya. Aku menonton film ini tidaklah seperti di bioskop, yang ada ialah aku
memperpanjang jangka waktuku dalam menonton. Film ini disajikan kurang lebih 2
jam, sedangkan aku baru terselesaikan 5 jam. Iya 5 jam tanpa beranjak pergi,
namun aku selingi dengan "tegukan air" untuk mencerna otak dan jiwaku untuk bekerjasama dalam berfikir dan memahami
kata-katanya, mencoba meresapinya, memasukkannya dalam kalbu dan terkadang mampu menyadarkanku
akan cinta kepadaMu.
Ialah film dari kisah Rabiah Al Adawiyah yang
membuatku terjaga sampai setengah 1 dini hari tanpa beranjak pergi dan seringkali kata-katanya membuatku terjatuh dalam
kesadaran akan hakikat hidup dan cinta. Rabiah adalah seorang sufi
wanita pertama di dunia yang terlahir dari keluarga yang sederhana, tidak mempunyai banyak harta. Seorang yang dahulu ketika akan dilahirkan oleh ibunya, ayahnya mengharapkan bayi yang lahir itu adalah laki-laki
agar nantinya dapat menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupi kehidupan keluarganya. Namun manusia hanya bisa berharap saja, Tuhanlah yang berkehendak semuanya. Terlahirlah
anak perempuan,yang sudah dipersiapkan oleh Tuhan menjadi seorang anak yang perjalanan
hidupnya akan menjadi sejarah yang sangat penting. Adalah Attar salah seorang
sufi yang bertutur tentang Rabiah, bahwa rabiah adalah “Maria kedua dan tanpa
noda”. Itulah sepenggal biografi Rabiah
yang aku ketahui, sempat memang aku membaca lembaran-lembaran dari buku mengenai
biografi rabiah dan perjalanan hidupnya.
Adapun aku menonton filmnya karna timbul rasa penasaranku
mengenai gambaran kehidupan Rabiah versi film, yang tidak harus aku
berimajinasi terlebih dahulu ketika membaca buku, setidaknya aku bisa melihat dan
merasakan gambaran kehidupannya tersebut. Namun setelah menonton film ini
imajinasiku tentang Rabiah menembus batas-batas masa lalu. Dalam film tersebut memanglah ada beberapa hal yang
mungkin sang sutradara membuat skenarionya menjadi sedikit menggelitik. Satu
hal, jika hendak menonton film Rabiah ini, jangan memandang sebelah mata tentang film yang mengkisahkan
diri Rabiah. Hanya saja memang tidak akan dapati hakikat makna yang sejati
tanpa adanya hal-hal yang menonjol sehingga diperlukan pemahaman yang luas dan
sungguh perlu rasa yang teramat kuat untuk memperoleh makna cinta didalam
kisahnya.
Makna cinta yang ada dalam diri Rabiah
adalah cinta kepada Sang Pencipta, rasa cinta dalam diri Rabiah telah membuatku
tersadar akan arti hakikat cinta dan arti kehidupan.
Umur
kita musim seminya pendek
Kemaraunya
panjang
Celakalah
kita
Sungguh
maut lebih baik daripada tipuan dunia
Itulah
yang benar dan menangis untuk mentertawakan kita
Dunia
tertawa membuat kita menangis
Aku takut
akan hari esok
Kita itu hidup didunia ini sebentar
saja, sekadar “mung mampir ngombe” dalam bahasa jawanya. Dan kita ada karena
diADAkan oleh Tuhan, melalui cintaNya, tanpa cinta Tuhan yang merambat ke alam
semesta bisa saja kita tidak ada, sehingga yang harus kita persembahkan kepada
Tuhan Sang Pencipta Alam adalah cinta kepadaNya pula sebagai wujud penghambaan
kita kepadaNya. Begitupun dalam diri Rabiah ia penuhkan kalbunya dengan
cintaNya, tidak ada cinta lain yang mampu menggantikan cinta kepadaNya dalam
diri rabiah. Sedangkan kita, bisakah memenuhi kalbu kita hanya untukNya? Ya
Tuhan, hamba mohon ampun atas semua makhlukMu terutama diriku yang hina ini yang
terkadang lalai akan cinta yang seharusnya tertuju padaMu semata.
Sesudah
hidup berakhir bagaimana aku menghadapNya?
Bagaimana
dengan dosa-dosaku?
Ingin
kutanam mukaku dan berteriak
Tuhanku
Penolongku
Aku malu
dosa-dosaku
Ampuni
dosa-dosaku itu, wahai Yang Maha Pengampun
Rabiah pernah menjadi budak di kota basrah, kemudian kehidupan Rabiah
terlepas menjadi budak adalah bercinta sepenuhnya dengan Tuhan tanpa lagi menjadi budak untuk melayani tuannya, Rabiah lantas berdiam didalam sebuah rumah sederhana tanpa harta dan sebatang kara serta jauh dari aktifitas dunia. Namun Rabiah tidak menghalangi
jika ada orang yang ingin bertamu dan hanya tubuhnya lah yang menjamu tamu,
jiwanya tidak lepas dari cinta Tuhan sehingga tidak ada ruang untuk makhluk
ciptaanNya.
Rabiah memang
seringkali mengungkapkan bentuk cintanya dalam sebuah syair dan syair-syairnya sarat akan makna jika
tercerna oleh kita memang akan kena dihati. Seringkali akupun mendapati air
mataku bercucuran keluar, karena terenyuh akan syairnya, syair yang begitu
indah nan syahdu yang penuh akan cinta. berikut adalah beberapa syair milik Rabiah sebagai ungkapan cinta Rabiah Kepada Tuhan.
Wahai kekasihku
Harapan hatiku
Kumohon ridhaMu
Jiwa ragaku untukMu kekasihku
Harapanku
Aku cinta padaMu
Jangan jauhi aku
Jangan tinggalkan aku
Aku tak cinta selain Engkau wahai kekasihku
Kekasihku
Bintang-bintang bersinar
Orang-orang sudah tidur
Kaum pecinta berpasang-pasangan
Kini aku bersamaMu
Kekasih dalam alam yang sunyi ini
Aku menyendiri denganMu
Mohon ridhaMu, kekasih
Wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Jika keadaanku ini diridhai Engkau
Maka tambahkanlah yang ada
Dan jika tidak diridhoi
Berikanlah aku pertanda RidhoMu
Kukenal cinta
Sejak ku kenal cintaMu kututupi hati terhadap cinta lain
Kupanggil Engkau tanpa melihatMu
Karena engkau melihat semuaNya
Okey, sekian dulu yang kawan. Terimaksih sudah mampir membaca :) barangkali kau menemukan yang lebih dari diri Rabiah yang tidak aku ketahui,
jangan sungkan untuk bercerita di komentar atau ketika bertemu langsung. Aku akan
menjadi pendengar setia tiap kali kau akan bercerita. Percayalah
link film, jika hendak menonton : Film kisah wali Allah Rabiatul Al-Adawiyah
Harapan hatiku
Kumohon ridhaMu
Jiwa ragaku untukMu kekasihku
Harapanku
Aku cinta padaMu
Jangan jauhi aku
Jangan tinggalkan aku
Aku tak cinta selain Engkau wahai kekasihku
Bintang-bintang bersinar
Orang-orang sudah tidur
Kaum pecinta berpasang-pasangan
Kini aku bersamaMu
Kekasih dalam alam yang sunyi ini
Aku menyendiri denganMu
Mohon ridhaMu, kekasih
Jika keadaanku ini diridhai Engkau
Maka tambahkanlah yang ada
Dan jika tidak diridhoi
Berikanlah aku pertanda RidhoMu
Sejak ku kenal cintaMu kututupi hati terhadap cinta lain
Kupanggil Engkau tanpa melihatMu
Karena engkau melihat semuaNya
Selasa, 09 Mei 2017
Cara agar cita-cita mudah terkabul by Wirda Mansur
Bismillahirohmanirrohim
Jadi begini “most of us” kebanyakan dari kita nggak pernah
mikir besar ”most of us never tought something big” kebanyakan dari kita ngga
pernah mikir besar, why? Because...“maybe we afraid” mungkin kita takut “we
usually scared of the little thing” kadang kita suka takut sama hal kecil,
kadang kita suka khawatir sama hal kecil, “what if?” “how if?” gimana kalo..apa yang akan terjadi..
“when we think about something” ketika kita berfikir tentang sesuatu, kebanyakan
kita akan mengeluh dan kebanyakan kita akan berfikir panjang, ini termasuk
tejadi sama wirda, kaya misalkan banyak contohnya, ada mahasiswi yang pengin
masuk university, tapi ada satu kendala yaitu apa.. “are of money” ngga punya
duit “like my father told me” apa yang papahnya ajarkan kepada wirda “money is
nothing” uang itu ngga ada apa-apanya “when we have Allah, we have everything”
ketika kita punya Allah, kita punya segalanya. “so that is it” itu yang wirda pelajari.
Kenapa kita suka takut berfikir sesuatu? mungin kita lupa kalo Allah yang Maha
Mengabulkan, bukan uang yang mengabulkan. Banyak orang yang menyangkal, ngomong
tu yang realistis dikit napa... ya kalo masuk universitas ya kudu punya duit,
ya masa masuk universitas pake dua rokaat. Soalnya belum tau dia, yang punya universitas siapa? “Allah” dan ini
terjadi, kenapa... Allah itu ngga pernah berfikir kecil dan Allah ngga ngajarin
kita berfikir kecil. Contohnya seperti ada dalam surat thoha, ketika Allah
memerintahkan Nabi Musa untuk melempar tongkatnya... Nabi Musa disitu masih
berfikir kecil, apa ini bakal beneran berubah jadi ular? apa ini bakal berubah
jadi sesuatu? Nabi Musa ngga tau, sebab apa... sebab yang punya ilmu itu Allah.
Allah selalu mengajarkan kita untuk berfikir besar, ketika Allah menanyakan
sesuatu hal kepada Nabi Musa “wamatilka biyaminika ya musa” dan apa yang ada
ditangan kananmu wahai musa? Lalu Nabi Musa menjawab dia menyebutkan yang ada
ditanggan kanannya adalah tongkat, tongkatnya buat apa... buat ngejatuhin
daun-daunan buat kambingnya, trus apalagi? Buat bantu dia jalan, seperti yang
papahnya bilang kata-kata yang keluar dari mulut Nabi Musa itu sebatas
pengetahuannya, bukan sepengetahuan Allah. Allah berfirman “lemparin itu
tongkat” kenapa? Karena Allah pasti tau ada sesuatu yang “amazing” dibalik
tongkat itu. Ketika kita berfikir kecil kenapa kita ngga lemparing pikiran
kecil kita itu “be something big” ini bakalan menjadi ”something yang besar”.
Nabi Musa tentu takut, ketika Nabi Musa melemparkan tongkatnya berubah jadi ular.
Allah kemudian berfirman “khudha walatakhof” ambil tu tongkat jangan takut.
Sama seperti kita berfikir yang besar kita punya impian yang besar jangan takut,
sebab apa.. sebab Allah yang mengizinkan, Allah yang mempunyai hak mau
mengabulkan atau tidak. Ngga ada cerita kalau misal kalian gitu yaa “ah saya
mah udah tua ngga bisa ngapal Quran..” bisa ngga kira-kira? kita ngga ada hak
untuk berkata seperti itu, karna Allah yang mengizinkan. Ketika wirda lagi
kesusahan menghapal Al-Quran apalagi sering ditanya sama papahnya, “hafalan dah
sampe mana?” katanya itu kaya gluduk rasanya di ati gimana ya ditanya kaya gitu. Wirda tau bahwa
dia bisa, tapi males. Yang menghalangi kita itu bukan bisa apa ngga,tapi itu
males dan satu keyakinan kita itu terlalu kecil. Banyak temen” wirda yang
bilang, “uhh.. saya pengin jadi dokter, saya pengin jadi pilot, saya pengin
jadi guru” tapi... “duit saya ngga punya, keluarga saya kecil, pengeluarannya
gini-gini...” semakin sering kita mengeluh maka semakin kecil kemungkinan kita
untuk berhasil. “So the firsting the you have to do” hal yang paling awal, hal
yang paling pertama yang harus kita lakukan adalah “believe that we can”, “believe
that we can make it happen” percaya kalo kita bisa, percaya kalo kita bisa
menjadikan semua itu kenyataan. Jadi intinya apa? Intinya adalah “from now on”
dari sekarang “start” mulai “think big” berfikir besar. Banyak dari kita yang
berfikir.. tentu saja kita punya otak kan, kita punya otak kita berfikir,tapi
kadang ya.. semua hal, kadang-kadang kita suka berfikir kecil, kadang setengah
kecil setengah besar, setengah kecil setengah besar, “why” kenapa? Geber aja
sekalian,hajar aja sekalian, besarin sekalian. Ketika waktu itu wirda ngapalin
quran sebenernya dapat motivasi ngapal Quran itu dari papahnya, trus ketika
baca Quran wirda berkata “ih pengin ya bangun sekolahan buat ngapal Quran, trus
bikin yang gede 100 ribu hektar (ape aje isinye yehh) bodo amat dahh yang
penting punya impian gede” gitu besarin aja sekalian. Trus wirda sampe nulis di
walpaper hpnya itu tulisannya “my next wealth” jumlah kekayaan “my next wealth
is going to be a hundred trillion dollars” 100 trilyun dolar. Namanya juga
nulis memang apa salahnya. kalian nulis nih ‘inysa allah tahun depan saya bisa
haji’ itu sebuah tulisan yang “power
full”. Tapi menurut wirda itu masih ‘kurang power full’, Why? Katanya, mestinya gini dirubah, tulisannya
dirubah, dihapus, diganti ‘Insya allah tahun depan saya akan berangkat haji
sekaligus berangkatin mertua haji, berangkatin tetangga haji, berangkatin guru
haji, berangkatin anak haji, cucu haji, semuanya...’ “that what is powet full"
itu yang dinamakan “power full”. Pokoknya kalau misalkan kita pengen sesuatu, yang
harus kita lakukan adalah selain berfikir besar, berkeyakinan bahwa Allah
adalah yang Maha Mengabulkan, trus apa lagi yang harus dilakukan “think
positive and write with positive” berfikir sesuatu yang positif dan menulis sesuatu
yang positif, ini yang sering papahnya bahas dan ini sangat berarti buat wirda juga,
“about life five of for years ago I over got” jadi 5 atau 4 tahun yang lalu wirda punya impian yang besar wirda pengen
sekolah diluar negeri “maybe for some of people” mungkin sebagian dari orang
bakal bilang “that the possible thing for you wirda” itu bakal jadi hal yang
possible (gampang) buat lo wir, why? ‘Karna bokap lo’. Sebenernya itu bikin
wirda sedih, karna selama ini orang bilang... ‘wir lo tu gini-gini karna bokap
lo, lo gini-gini ya karna bokap lo, jadi lo bisa ya karna bokap lo’. “So I was
thinking, I was wondering” wirda berfikir gimana supaya dia bisa melakukan
sesuatu, lalu dia tulis disebuah kertas 'Saya pengen Saya pergi keliling dunia,
Saya pengen sekolah diluar negeri' "and it happen" itu kenyataan wirda dikasih
Allah pengalaman sekolah diluar negeri 3 kali (hebat yahh) Pertama di Jordan
disana belajar bahasa arab. Trus pindah ke US Amerika itu belajar juga, ikut sekolah
juga tapi itu sign in, sign in itu cuma ikut pelajarannya aja ngga terdaftar
resmi disana, Trus di US juga ikut ngajar tahfidz juga disana katanya cuma a ba
ta tsa aja doang si... Trus habis itu di
London, disana ikut juga ke beberapa university trus abis itu ikut sign in di SMA.
“how prayed dad” mungkin itu karena doa papahnya, tapi yang papahnya kasih tau
ke wirda adalah ‘semua itu terjadi karena Quran’ perkenalan papahnya bisa
ketemu sama orang yang bayarin tiket, punya akses kesana itu karna Quran “so I
want think a again” wirda berfikir lagi “be sides” selain “berfikir besar”, “think
positive” trus abis itu “write something positive” dan “yang paling pertama
adalah Quran” because ketika kita ngaji 1 huruf itu bakal dikali 19 kali lipat,
mungkin lebih yaa ngga cuma dikali 19 kali lipat “and those I were dad” jadi
papahnya selalu ngajarin dia kalo Quran itu tuh kaya kita ngumpulin point jadi
setiap kita baca Quran itu kaya ngumpulin point dan point itu bisa dituker.
Oke sekian dulu yang bisa saya tulis... capek buk, saya
nulis perkata dari videonya..tapi alhamdullah selesai.. yeyyy..
Kalo pengen liat videonya bisa yaa klik link dibawah..
oke thanks...
oke thanks...
Motivasi by Wirda Mansur
Langganan:
Postingan (Atom)
