Teruntuk mas tadi yang duduk disebelah saya pas didalam kereta perjalanan pulang
Saya akan sangat bersalah jika mengetahui masnya tadi orang pemalang dan tentunya saya akan sangat bersukur jika masnya itu bukan orang pemalang.
Sebelumnya, saya sudah mewanti-wanti untuk bertanya terlebih dahulu masnya itu orang mana, bukan ingin ku ketahui dia tinggal dimana, namun untuk ku ketahui dia akan turun dimana, sehingga jika masnya turun di stasiun sebelum saya turun, di pekalongan misalnya, saya akan secara otomatis berdiri dan mempersilakan masnya itu lewat terlebih dahulu, berhubung masnya tadi duduk di tepi jendela. Jadi mau tidak mau saya harus berdiri dan menepi terlebih dahulu agar yang duduk di tepi jendela bisa masuk atau keluar dari tempat duduk. Namun gengsi ku lebih dominan sehingga saya tidak jadi bertanya. Saya pun kemudian menyempatkan untuk tidur berhubung saya naik kereta jam pagi, jadi pasti mataku masih mengantuk, biarlah jika ada yang bilang tidak boleh tidur selepas subuh. Namun mataku tiapkali naik kereta jam berapapun pasti mengantuk entah kenapa.
Saya tertidur mulai dari kereta jalan. Ya, secepat itu saya tidur, namun ketika sudah sampai di stasiun pekalongan saya terbangun dan melihat sebentar ke samping, si masnya ternyata tak tidur sepertinya. Awalnya saya berfikir masnya mungkin turun di staisun pekalongan sehingga tak tidur, namun dugaan saya salah, tak ada pergerakan sama sekali, mungkin di pemalang sama dengan saya turun, pikirku kemudian. Dan saya ketika sudah sampai di stasiun pekalongan saya tak lagi menyempatkan tidur, kenapa? Karena saya tiap kali pulang dengan kereta selalu berfikir jika saya melanjutkan tidur saya dan kemudian ketika di stasiun pemalang ternyata saya tertidur lantas terlewatkan, akan repot jadinya :(
Lanjut cerita, saya kemudian terjaga dari stasiun pekalongan dan masnya tadi lambat laun mulai mengantuk sepertinya dan mulailah tertidur.. ketika hampir mendekati stasiun pemalang dan sudah terdengar suara "sebentar lagi kereta api KALIGUNG, akan tiba di stasiun PEMALANG...." saya mulai bersiap, namun apa yang terjadi, masnya tadi ternyata belum juga bangun. Saya lantas bingung dengan sangat, ingin rasanya saya menggoncang tubuhnya 🙄 kenapa terlelap sekali, padahal suara petugas yang menyampaikan pemberhentian kereta sudah kencang, dan saya kemudian memanggilnya "mas, mas, mas" ahh gagal, suaraku terlalu lemah mungkin sehingga lenyap tertelan angin atau karna masnya tidur terlalu lelap? Arrhh gimana ini, saya tak berani tentunya menggoncang bagian lengannya.
Lantas dengan membawa rasa bersalah saya beranjak keluar meninggalkan masnya tadi yang tertidur.
Saya tentunya terus berpikir tentang kesalahan saya barusan, sampai sekarang ku tuliskan ini. Kenapa dari awal tidak saya tanyakan saja jika kejadiannya akan demikian. Jika masnya tadi orang pemalang 🙄 dan tadi tertidur sudah saya panggil tak bangun juga, kemudian kereta jalan menuju tegal.. heuheuu... kasian rek 😥 saya berharap bahwa masnya tadi bukan orang pemalang saja, semoga saja orang tegal atau brebes 😫
Heuheu, Sungguh maafkan saya 🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar