Bismillahirohmanirrohim
Jadi begini “most of us” kebanyakan dari kita nggak pernah
mikir besar ”most of us never tought something big” kebanyakan dari kita ngga
pernah mikir besar, why? Because...“maybe we afraid” mungkin kita takut “we
usually scared of the little thing” kadang kita suka takut sama hal kecil,
kadang kita suka khawatir sama hal kecil, “what if?” “how if?” gimana kalo..apa yang akan terjadi..
“when we think about something” ketika kita berfikir tentang sesuatu, kebanyakan
kita akan mengeluh dan kebanyakan kita akan berfikir panjang, ini termasuk
tejadi sama wirda, kaya misalkan banyak contohnya, ada mahasiswi yang pengin
masuk university, tapi ada satu kendala yaitu apa.. “are of money” ngga punya
duit “like my father told me” apa yang papahnya ajarkan kepada wirda “money is
nothing” uang itu ngga ada apa-apanya “when we have Allah, we have everything”
ketika kita punya Allah, kita punya segalanya. “so that is it” itu yang wirda pelajari.
Kenapa kita suka takut berfikir sesuatu? mungin kita lupa kalo Allah yang Maha
Mengabulkan, bukan uang yang mengabulkan. Banyak orang yang menyangkal, ngomong
tu yang realistis dikit napa... ya kalo masuk universitas ya kudu punya duit,
ya masa masuk universitas pake dua rokaat. Soalnya belum tau dia, yang punya universitas siapa? “Allah” dan ini
terjadi, kenapa... Allah itu ngga pernah berfikir kecil dan Allah ngga ngajarin
kita berfikir kecil. Contohnya seperti ada dalam surat thoha, ketika Allah
memerintahkan Nabi Musa untuk melempar tongkatnya... Nabi Musa disitu masih
berfikir kecil, apa ini bakal beneran berubah jadi ular? apa ini bakal berubah
jadi sesuatu? Nabi Musa ngga tau, sebab apa... sebab yang punya ilmu itu Allah.
Allah selalu mengajarkan kita untuk berfikir besar, ketika Allah menanyakan
sesuatu hal kepada Nabi Musa “wamatilka biyaminika ya musa” dan apa yang ada
ditangan kananmu wahai musa? Lalu Nabi Musa menjawab dia menyebutkan yang ada
ditanggan kanannya adalah tongkat, tongkatnya buat apa... buat ngejatuhin
daun-daunan buat kambingnya, trus apalagi? Buat bantu dia jalan, seperti yang
papahnya bilang kata-kata yang keluar dari mulut Nabi Musa itu sebatas
pengetahuannya, bukan sepengetahuan Allah. Allah berfirman “lemparin itu
tongkat” kenapa? Karena Allah pasti tau ada sesuatu yang “amazing” dibalik
tongkat itu. Ketika kita berfikir kecil kenapa kita ngga lemparing pikiran
kecil kita itu “be something big” ini bakalan menjadi ”something yang besar”.
Nabi Musa tentu takut, ketika Nabi Musa melemparkan tongkatnya berubah jadi ular.
Allah kemudian berfirman “khudha walatakhof” ambil tu tongkat jangan takut.
Sama seperti kita berfikir yang besar kita punya impian yang besar jangan takut,
sebab apa.. sebab Allah yang mengizinkan, Allah yang mempunyai hak mau
mengabulkan atau tidak. Ngga ada cerita kalau misal kalian gitu yaa “ah saya
mah udah tua ngga bisa ngapal Quran..” bisa ngga kira-kira? kita ngga ada hak
untuk berkata seperti itu, karna Allah yang mengizinkan. Ketika wirda lagi
kesusahan menghapal Al-Quran apalagi sering ditanya sama papahnya, “hafalan dah
sampe mana?” katanya itu kaya gluduk rasanya di ati gimana ya ditanya kaya gitu. Wirda tau bahwa
dia bisa, tapi males. Yang menghalangi kita itu bukan bisa apa ngga,tapi itu
males dan satu keyakinan kita itu terlalu kecil. Banyak temen” wirda yang
bilang, “uhh.. saya pengin jadi dokter, saya pengin jadi pilot, saya pengin
jadi guru” tapi... “duit saya ngga punya, keluarga saya kecil, pengeluarannya
gini-gini...” semakin sering kita mengeluh maka semakin kecil kemungkinan kita
untuk berhasil. “So the firsting the you have to do” hal yang paling awal, hal
yang paling pertama yang harus kita lakukan adalah “believe that we can”, “believe
that we can make it happen” percaya kalo kita bisa, percaya kalo kita bisa
menjadikan semua itu kenyataan. Jadi intinya apa? Intinya adalah “from now on”
dari sekarang “start” mulai “think big” berfikir besar. Banyak dari kita yang
berfikir.. tentu saja kita punya otak kan, kita punya otak kita berfikir,tapi
kadang ya.. semua hal, kadang-kadang kita suka berfikir kecil, kadang setengah
kecil setengah besar, setengah kecil setengah besar, “why” kenapa? Geber aja
sekalian,hajar aja sekalian, besarin sekalian. Ketika waktu itu wirda ngapalin
quran sebenernya dapat motivasi ngapal Quran itu dari papahnya, trus ketika
baca Quran wirda berkata “ih pengin ya bangun sekolahan buat ngapal Quran, trus
bikin yang gede 100 ribu hektar (ape aje isinye yehh) bodo amat dahh yang
penting punya impian gede” gitu besarin aja sekalian. Trus wirda sampe nulis di
walpaper hpnya itu tulisannya “my next wealth” jumlah kekayaan “my next wealth
is going to be a hundred trillion dollars” 100 trilyun dolar. Namanya juga
nulis memang apa salahnya. kalian nulis nih ‘inysa allah tahun depan saya bisa
haji’ itu sebuah tulisan yang “power
full”. Tapi menurut wirda itu masih ‘kurang power full’, Why? Katanya, mestinya gini dirubah, tulisannya
dirubah, dihapus, diganti ‘Insya allah tahun depan saya akan berangkat haji
sekaligus berangkatin mertua haji, berangkatin tetangga haji, berangkatin guru
haji, berangkatin anak haji, cucu haji, semuanya...’ “that what is powet full"
itu yang dinamakan “power full”. Pokoknya kalau misalkan kita pengen sesuatu, yang
harus kita lakukan adalah selain berfikir besar, berkeyakinan bahwa Allah
adalah yang Maha Mengabulkan, trus apa lagi yang harus dilakukan “think
positive and write with positive” berfikir sesuatu yang positif dan menulis sesuatu
yang positif, ini yang sering papahnya bahas dan ini sangat berarti buat wirda juga,
“about life five of for years ago I over got” jadi 5 atau 4 tahun yang lalu wirda punya impian yang besar wirda pengen
sekolah diluar negeri “maybe for some of people” mungkin sebagian dari orang
bakal bilang “that the possible thing for you wirda” itu bakal jadi hal yang
possible (gampang) buat lo wir, why? ‘Karna bokap lo’. Sebenernya itu bikin
wirda sedih, karna selama ini orang bilang... ‘wir lo tu gini-gini karna bokap
lo, lo gini-gini ya karna bokap lo, jadi lo bisa ya karna bokap lo’. “So I was
thinking, I was wondering” wirda berfikir gimana supaya dia bisa melakukan
sesuatu, lalu dia tulis disebuah kertas 'Saya pengen Saya pergi keliling dunia,
Saya pengen sekolah diluar negeri' "and it happen" itu kenyataan wirda dikasih
Allah pengalaman sekolah diluar negeri 3 kali (hebat yahh) Pertama di Jordan
disana belajar bahasa arab. Trus pindah ke US Amerika itu belajar juga, ikut sekolah
juga tapi itu sign in, sign in itu cuma ikut pelajarannya aja ngga terdaftar
resmi disana, Trus di US juga ikut ngajar tahfidz juga disana katanya cuma a ba
ta tsa aja doang si... Trus habis itu di
London, disana ikut juga ke beberapa university trus abis itu ikut sign in di SMA.
“how prayed dad” mungkin itu karena doa papahnya, tapi yang papahnya kasih tau
ke wirda adalah ‘semua itu terjadi karena Quran’ perkenalan papahnya bisa
ketemu sama orang yang bayarin tiket, punya akses kesana itu karna Quran “so I
want think a again” wirda berfikir lagi “be sides” selain “berfikir besar”, “think
positive” trus abis itu “write something positive” dan “yang paling pertama
adalah Quran” because ketika kita ngaji 1 huruf itu bakal dikali 19 kali lipat,
mungkin lebih yaa ngga cuma dikali 19 kali lipat “and those I were dad” jadi
papahnya selalu ngajarin dia kalo Quran itu tuh kaya kita ngumpulin point jadi
setiap kita baca Quran itu kaya ngumpulin point dan point itu bisa dituker.
Oke sekian dulu yang bisa saya tulis... capek buk, saya
nulis perkata dari videonya..tapi alhamdullah selesai.. yeyyy..
Kalo pengen liat videonya bisa yaa klik link dibawah..
oke thanks...
oke thanks...
Motivasi by Wirda Mansur
