Rabu, 22 Agustus 2018

Kenapa Buku?

Aku berhasrat suatu saat jika aku tidak sempat memberi nilai-nilai kebaikan serta kehidupan pada keluarga atau anak cucu kelak, setidaknya penulis dari buku-lah yang akan memberikannya. Namun mungkin tak semua buku mengandung nilai kehidupan, akan tetapi pasti setiap penulis mempunyai caranya sendiri dalam menyelesaikan masalah kehidupan. Tinggal pembacanya saja yang pandai memilih dan memilah buku yang kelak akan diwariskan. Selanjutnya untuk sampai pada tahap keluarga agar dapat menemukan nilai kehidupan dalam buku tentunya ia harus mau membaca. Mereka mau tak mau harus dijejali dengan buku.


Bagaimana caranya agar ia mau untuk membaca buku?

Aku baru sempat memulainya dengan membaca sedikit buku dari banyaknya penulis yang kerap menghasilkan bermacam buku. Bodohnya aku baru sadar waktu sekarang ini, terkadang aku sempat menyesali akan waktu luang yang telah terlewatkan begitu saja. Namun sekarang aku tak perlu menyesalinya lagi, tidak perlu ada gelisah dalam hati, aku cukup berpandang kedepan dengan tidak melupakan segala kesalahan yang telah kuperbuat agar tak terulang kembali. Aku kelak harus menyakinkan kepada mereka bahwa dengan membaca buku tidak ada kerugian sama sekali. Justru didalam buku tak sedikit yang mengandung makna, hikmah, dan pelajaran yang dapat dipetik untuk kehidupan sehari-hari. Mungkin dengan demikian kelak mereka akan tertarik dengan apa yang telah kubaca dan mungkin selanjutnya mereka terikat dengan buku. Harapanku begitu

Itu hanya anggapanku, barangkali ada yang berpendapat beda tak apa.

Oh iya aku pernah berimajinasi bahwa kelak aku akan membuat perpus pribadi. Doakan semoga terwujud. Aamiin 🙏
Atau kau mau bantu mewujudkannya? 😅

Tidak ada komentar:

Posting Komentar