Minggu, 08 September 2019

Siapa yang akan membawa CintaNya kepadaku?

Aku kalah, untuk tidak peduli tentangmu
Aku kalah, untuk bisa melupakanmu
Dan aku kalah, karna selama ini aku bungkam
Sekadar tanya kabar pun aku tak mampu

Tidak, aku tak mau memulainya dulu
Aku sudah tidak percaya pada diriku sendiri
Entah sejak kapan jiwaku membeku
Kata-kata seolah mati
Aku sadar, mencintaimu hanya akan menyakiti hatiku

Mungkin masing-masing dari kita akan asing
Tidak, jika saja aku tak mencintaimu, mungkin kita tak akan pernah merasa asing
Tapi maaf, rasaku ini yang memilih untuk kita jadi asing

Kamu egois (!)
kamu bilang aku egois (?) aku tak pernah memintamu untuk membalas rasaku, itu hakmu untuk mencintaiku atau tidak, aku tak pernah memaksa. Jikapun kamu berfikir ketika kamu tak mencintaiku hanya akan menyakiti hatiku, itu adalah resiko ketika aku mencintai seseorang yang tak mencintaiku. Cinta memang rumit, membuat orang serba salah, tapi cinta yang saling terbalas mungkin akan meminimalisir terjadinya rasa bersalah kan?

Ketika aku tau bahwa kau tak mencintaiku, itu adalah cara sang pemilik cinta untuk menunjukkan cintaNya. Aku akan tau bahwa kau bukanlah seseorang yang membawa cintaNya kepadaku, pasti suatu saat nanti akan ada orang yang tepat yang membawa cintaNya kepadaku, dan itu bukanlah kamu.

Rabu, 04 September 2019

Sewaktu pulang dari semarang

Hari itu adalah hari dimana aku pindahan dari semarang untuk kembali ke kampung halaman, aku pulang naik kereta, saat kereta berhenti di pemalang aku kemudian turun dan paklikku ternyata sudah menunggu di stasiun pemalang. Tak seperti biasanya yg harus naik transportasi lagi, biasanya naik angkot dan bis dahulu nanti baru dijemput dipom bensin, hari itu aku memintanya untuk jemput di stasiun, aku merasa capek saja, membawa barang yg cukup banyak dan berat. Akses kerumahku dari stasiun juga lumayan jauh jadi mungkin bisa dibayangkan ya kalo aku harus naik transportasi lagi dg bawaan banyak. Paklikku waktu itu menjemput pakai motor, alih-alih lewat jalanan kota ternyata hari itu lewat jalan pintas dan tembus di alun-alun pemalang lalu lewat depan Smaku, Sma n 3 pemalang, yg terletak disebelah timur alun-alun pemalang, ketika melewati depan Sma aku melihat sosok guru yang sangat saya kagumi, guru yang selalu memotivasi, selalu memberikan semangat, serta selalu mengajari murid-muridnya untuk berpikir positif. Bukan hanya tentang masalah dunia kedepannya, tapi juga selalu mengajari akhlak dan budi pekerti, beliau juga selalu menceritakan pengalaman-pengalamannya yang sangat mengispirasi. Lantas aku kembali berfikir, apa yang sudah aku berikan untuk mereka? Aku datang menerima banyak ilmu dan perilaku baik mereka selama beberapa tahun, mereka pula yang telah mendidik dan menempa perilaku, lantas aku seolah-oleh menjadi seorang pelupa. Ya Allah, tidak tahu malu sekali diriku. Aku tak terlalu sering mendoakan mereka bahkan mungkin tak pernah, aku terlalu egois dalam berdoa, aku hanya mendoakan diriku, aku hanya mendoakan keselamatanku, aku bahkan lupa untuk mendoakan guru-guruku.
Allah, aku memohon ampunanMu atas segala dosa guru-guruku, aku memohon ampunanMu juga atas segala dosa-dosa kedua orang tuaku

Semoga Allah selalu merahmati dan melindungi guru dan orang tua kita semua