Jumat, 15 April 2016

Syi'ir Menyambut Hari Raya Idul Fitri - Al Munsyidin

  Ya Allah Ya Allahu Ya Rahman
Semoga kami sekalian
Menjumpai masa depan
Hari raya bulan Ramadan


Beserta taufiq hidayah
Sejahtera sehat afiat
Dihujani dengan rohmah
Mohon diberi bantuan


Menjunjung perintah Robbi
Taat bagi pada Nabi
Ulama kami hormati
Wafat dengan dalam iman


Ya Allah lindungi bentengi
Kami pun sanak famili
Dari perbuatan keji
Macam-macam kejahatan


Perlindungan kasih sayang
Menjaga setan pembimbang
Dosa kami tak terbilang
Mohon diberi ampunan


Selain kamu Ya Allah
Maha Pengasih Pemurah
Maafkan orang tersanak
Siapakah beri ampunan


Walau butuh saben Gunung
Sepusah taun pembuluh
Namun Rahmat Maha Ampun
Meliputi ahlul iman


Dengan Rahmat Mu Ya Robbi
Dan syafaat Kanjeng Nabi
Bebaskan masukkan Kami
Sorga Taman Kenikmatan


Amin Ya Allahu Ya Rahman
Amin Ya Allahu Ya Rahman
Amin Ya Allahu Ya Rahman
Amin Ya Waasi’al Ghufran






  jika ada yang ingin download lagunya silahkan klik link download dibawah ini.
syukron.

http://downloads.ziddu.com/download/25330781/AL_MUNSYIDIN_Syi_r_Menyambut_Hari_Raya_Idu_Fitri.mp3.html
 

Jumat, 01 April 2016

Galeri IPA 3



“Kita baik kepada orang lain bukan berarti untuk kepentingan orang tersebut melainkan untuk kepentingan diri sendiri” itulah kata-kata motivasi akhir ini yang aku peroleh darinya.





Beliaulah orang yang selalu memberi arah dalam langkah kita, yang selalu menuntun kita dalam kebingungan, mungkin kita akan berfikir ‘kenapa setiap kali bertatap muka selalu saja memberi arahan’ membuat kita jenuh dalam memperhatikannya tapi itulah kewajibannya dalam membimbing kita dan jangan berfikir ‘untuk apa’ kita harus mengambil setiap makna yang terucap darinya, makna dalam kalimatnya-lah yang harus kita ketahui.
Beliau juga selalu memberi banyak kata motivasi yang membuat otak ini untuk berkata ‘oh iya benar juga’ sehingga membuat hati ini bangkit untuk mengikuti arahan yang beliau ucapkan.
Dan kata yang tak pernah tertinggal darinya “kita harus Mengerti makna arti kehidupan yang sebenarnya” itulah kata yang sering kali kami dengar.
Ya, beliau memang sudah melewati arti kehidupan yang sesungguhnya.
Tak pernah mengeluh dalam kerja keras itulah prinsip Beliau, tak pernah berkata sakit saat tubuhnya terluka dan tetap berjalan walaupun tak bersama orang tuanya. Kita harus bisa mengambil beberapa makna tersebut untuk kita terapkan dalam jiwa kita.
Terima kasih pada Bpk Ristono, S.Pd. atas bimbingan yang dilakukan, terima kasih padanya atas motivasi yang selalu terucap, terima kasih padanya atas inspirasi yang selalu dibawa, terima kasih padanya yang selalu memberi warna dalam menentukan kehidupan, terima kasih padanya untuk bersabar dalam menghadapi beragam sifat kami..
kami minta maaf atas segala kesalahan yang kami lakukan sengaja ataupun tidak. Dan  terima kasih telah menjadi orang tua kami di SMA N 3 Pemalang.