Jumat, 24 Agustus 2018

Hal yang tak terduga

Masa-masa dimana aku mulai berjualan buku adalah berkesenangan, ya siapa yang tidak senang jika nanti setidaknya ada sedikit masukan agar keuangan tidak selalu berkurang. Namun disaat aku berada di puncak kesenangan tersebut datang suatu masalah yang sebelumnya aku tak menduga sama sekali. Tiba-tiba leptop yang suatu malam masih dapat dinyalakan dengan baik, paginya ia mendadak mati tanpa kabar sebelumnya. Tentu hal itu membuatku panik dan sempat aku pusing dibuatnya. Aku sempat mengumpat sendiri dalam hati, kenapa ini bisa terjadi, baru saja aku membuka lapak bukuku dan aku tentu belum mendapatkan apa-apa darinya dan kenapa leptop sudah rusak begitu saja, atau ini karena masalah aku yang berjualan buku, kalau seperti ini lebih baik aku tak berjualan saja

Ahh.. kenapa aku bisa mengumpat seperti itu, dan setelah menyadari aku sungguh menyesal telah mengumpat demikian. Aku kemudian mulai memutar cara berpikirku, siapa yang tahu jalan cerita kehidupan manusia selain Dia yang mengetahui segala kehidupan. Coba saja ketika aku tak berjualan sebelum leptop rusak, dan tiba-tiba leptop rusak dan aku pun mungkin akan memperbaikinya dengan embel-embel uang dari orang tua lah yang menanggung semua. Namun dengan aku yang sudah berjualan alurnya pun mungkin akan sama, leptop akan tetap mati seperti sekarang ini dan aku harus membayar biaya servicenya dengan uang orang tua, namun ada sedikit hal lain mungkin dimana biaya service yang dikeluarkan mungkin nantinya akan tergantikan walau tidak secara langsung. Dan aku pun berpikir setidaknya aku dapat menutupi biaya itu dari hasil aku berjualan buku daripada aku yang tidak dapat berbuat apa-apa ketika aku tak berjualan. Bukankah demikian?

Ahh. Aku sunggu menyesal telah mengumpat yang tidak-tidak sebelumnya

Teruntuk diriku dan mungkin bagi kalian juga. Ambil hikmah dari setiap kejadian yang buruk sekalipun. Bahwasanya setiap hal yang dianggap buruk oleh mata pasti ada suatu percikan hikmah disekitarnya. Hanya saja kita harus menemukan kesadaran diri didalamnya agar dapat melihat hikmah yang mungkin masih tersembunyi

Dan kau yang disana semoga kau baik-baik saja, semoga kau lekas pulih pula, bawalah kabar gembira untukku, aku telah menunggumu
Aku rindu sangat :(

Rabu, 22 Agustus 2018

Kenapa Buku?

Aku berhasrat suatu saat jika aku tidak sempat memberi nilai-nilai kebaikan serta kehidupan pada keluarga atau anak cucu kelak, setidaknya penulis dari buku-lah yang akan memberikannya. Namun mungkin tak semua buku mengandung nilai kehidupan, akan tetapi pasti setiap penulis mempunyai caranya sendiri dalam menyelesaikan masalah kehidupan. Tinggal pembacanya saja yang pandai memilih dan memilah buku yang kelak akan diwariskan. Selanjutnya untuk sampai pada tahap keluarga agar dapat menemukan nilai kehidupan dalam buku tentunya ia harus mau membaca. Mereka mau tak mau harus dijejali dengan buku.


Bagaimana caranya agar ia mau untuk membaca buku?

Aku baru sempat memulainya dengan membaca sedikit buku dari banyaknya penulis yang kerap menghasilkan bermacam buku. Bodohnya aku baru sadar waktu sekarang ini, terkadang aku sempat menyesali akan waktu luang yang telah terlewatkan begitu saja. Namun sekarang aku tak perlu menyesalinya lagi, tidak perlu ada gelisah dalam hati, aku cukup berpandang kedepan dengan tidak melupakan segala kesalahan yang telah kuperbuat agar tak terulang kembali. Aku kelak harus menyakinkan kepada mereka bahwa dengan membaca buku tidak ada kerugian sama sekali. Justru didalam buku tak sedikit yang mengandung makna, hikmah, dan pelajaran yang dapat dipetik untuk kehidupan sehari-hari. Mungkin dengan demikian kelak mereka akan tertarik dengan apa yang telah kubaca dan mungkin selanjutnya mereka terikat dengan buku. Harapanku begitu

Itu hanya anggapanku, barangkali ada yang berpendapat beda tak apa.

Oh iya aku pernah berimajinasi bahwa kelak aku akan membuat perpus pribadi. Doakan semoga terwujud. Aamiin 🙏
Atau kau mau bantu mewujudkannya? 😅